Laporan Situasi 2: Indonesia

Hingga Senin, 6 April 2020, Indonesia telah membuka dua rumah sakit darurat untuk pasien COVID-19. Yang pertama adalah Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Pusat yang dapat menampung 3.000 orang, dan yang kedua adalah di Pulau Galang dengan kapasitas 360 orang.

Wisma Atlet dibuka pada tanggal 23 Maret 2020. Mampu menampung 24.000 orang selama Asian Games 2018, empat dari sepuluh menara sekarang dilengkapi fasilitas untuk sekitar 3.000 pasien COVID-19. Kasus tanpa gejala (asimptomatik) dan mereka yang memiliki gejala ringan akan dipulangkan untuk isolasi mandiri, sehingga mereka yang membutuhkan rawat inap dapat ditampung dan dirawat di Wisma Atlet.

Terletak di dekat Singapura dan bagian dari Kepulauan Riau, Pulau Galang adalah tempat bekas kamp pengungsi PBB yang telah menampung 250.000 pengungsi Vietnam mulai tahun 1970-an dan beroperasi hingga 1996. Saat ini, pulau itu dihuni oleh sekitar 17.000 penduduk. Militer Indonesia (TNI) dan Kepolisian Nasional telah memeriksa lokasi sebelum dibuka untuk fasilitas pasien COVID-19. Panglima TNI Panglima Udara Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin inspeksi dan menegaskan bahwa warga “menyambut” rencana tersebut, dan menyatakan bahwa Ia telah melakukan “panggilan sosial” dimana penduduk Desa Sijantung di Pulau Galang menyatakan dukungannya. Sebelumnya, warga menentang rencana tersebut, dengan alasan diskriminasi dan stigma.

Rumah Sakit Spesialis COVID-19 Pulau Galang memiliki 340 tempat tidur untuk pasien dalam observasi, dan ruang isolasi dengan 20 tempat tidur untuk perawatan intensif. Zona lain diperuntukkan bagi pekerja medis, berisi 158 tempat tidur. Daerah ini juga memiliki tanah yang dirancang untuk pemakaman. Ketika rumah sakit dibangun pada awal Maret, rumah sakit ini diperuntukkan bagi para pekerja migran yang kembali dari Malaysia dan Singapura, terutama ketika umat Islam bersiap untuk mudik, kunjungan tradisional ke rumah sebelum Idul Fitri pada akhir Mei. Presiden Joko Widodo pada awalnya siap membatalkan mudik, namun sekarang enggan melakukannya. Karena kebutuhan telah berubah, tujuan rumah sakit telah diperluas untuk menerima pasien dari rumah sakit lain di seluruh Indonesia, tetapi rencana terkait prosedur bagaimana pasien akan dipindahkan belum diungkapkan.

Menyangkal penyebaran virus di Indonesia, Presiden Joko Widodo menyatakan, “Semoga kita tidak perlu menggunakan [rumah sakit Pulau Galang] untuk mengobati pasien COVID-19,” dan bahwa setelah pandemi, situs tersebut akan digunakan sebagai fasilitas penelitian dan perawatan penyakit infeksi.

Kenyataannya adalah 3.360 tempat tidur masih terlalu sedikit. Bahkan jika dikombinasikan dengan berbagai rencana seperti 190 rumah sakit milik militer yang digunakan untuk ruang isolasi, perusahaan milik negara yang dikonversi untuk keperluan medis, hotel dibuka untuk staf medis, dan asrama agama yang ditawarkan untuk digunakan, Indonesia tidak dapat mengimbangi persebaran virus dalam kondisi saat ini. Secara resmi melaporkan 2.956 kasus, 240 kematian, dan 222 pemulihan pada 8 April 2020, kurangnya pengujian, pengobatan yang berpusat di daerah metropolitan terbesar, dan data yang dapat diamati lainnya menunjukkan virus ini telah menyebar lebih luas. Pemerintah telah mendistribusikan 400.000 alat rapid-test, tetapi kasus positif dari alat ini tidak termasuk dalam perhitungan harian. Untuk tes PCR, hanya 8.000 yang telah digunakan di Indonesia. Bukti lain termasuk 42 dari 76 penumpang dalam penerbangan dari Indonesia ke Thailand pada 6 April 2020, terbukti positif COVID-19. Dan statistik pemakaman di Jakarta menunjukkan peningkatan 40% dalam kematian di bulan Maret dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya.

Rekomendasi kebijakan:

  1. Diseminasi informasi kesehatan masyarakat yang jelas dan komprehensif tentang tingkat dan keparahan wabah, termasuk langkah-langkah pencegahan virus.  
  2. Batasi perjalanan domestik dan pertemuan tidak penting, termasuk pertemuan dan perjalanan keagamaan.
  3. Pastikan semua warga negara memiliki akses ke perawatan medis COVID-19, terlepas dari lokasi geografis; buka lebih banyak rumah sakit COVID-19 di seluruh negeri untuk mengantisipasi kebutuhan di masa depan.  
  4. Terapkan isolasi seluruh rumah tangga bagi mereka yang anggota keluarganya memiliki hasil tes positif atau dugaan kasus, terlepas dari gejala atau keparahan penyakit yang diderita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.