Laporan Situasi: Hong Kong dan Macau

Hong Kong

Pada 9 April, terdapat 974 kasus COVID-19 di Hong, dimana 664 orang harus dirawat inap dan 4 meninggal. Dua kasus pertama terjadi di Hongkong pada 22 Januari, dimana seorang pria, usia 39 tahun, terkena pneumonia setelah melakukan perjalanan dari Wuhan ke Shenzhen lalu ke Hong Kong. Seorang pria lain, usia 56 tahun, positif corona, dia juga mengunjungi Wuhan pada minggu sebelumnya. Sepuluh kasus pertama semuanya terkait dengan orang-orang yang baru saja tinggal, atau mengunjungi, Wuhan. Kasus kesebelas yang dikonfirmasi adalah anak perempuan dari pasien kesembilan dan kesepuluh dan merupakan kasus pertama tanpa adanya riwayat melakukan perjalanan baru baru ini. Walaupun transmisi komunitas relatif terbatas selama bulan Februari, Hong Kong telah mencapai kasus ke 100 pada tanggal 2 Maret. 

Dengan angka reproduksi dasar (r_0) di Hong Kong ada di .9-2.7, kenaikan secara lambat pada jumlah kasus kemungkinan akan berlanjut sepanjang bulan April. Jumlah kasus menajam pada akhir Maret, dengan 456 kasus sejak 26 Maret. Kebanyakan kasus berhubungan dengan gelombang kedua yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat. Namun, transmisi komunitas telah menjadi sebuah keprihatinan umum, menghasilkan skenario seperti 225 pasien dan pekerja kesehatan dari rumah sakit Pok Oi dikarantina setelah sebuah kasus COVID tanpa diketahui dirawat di area umum, atau 130 polisi anti huru hara dari Kowloon Barat dikarantina setelah seorang sersan dites positif.

Melalui strategi yang efisien dari Otoritas Kesehatan Hong Kong untuk memetakan virus dan melacak adanya kontak, kebanyakan kasus telah terungkap sebelum mereka menularkan virus tanpa disadari. Warga telah siap mengambil bagian dalam menjaga jarak sosial dan memakai masker, secara efektif memaksa masyarakat Hong Kong secara keseluruhan untuk serius menghadapi COVID-19 melalui tekanan sosial. Banyak skrining awal dan praktik-praktik untuk menjaga kebersihan – masker, pembersih tangan, penggunaan tongkat sekali pakai di hotel umum, memisahkan dan membatasi meja meja di tempat makan, bekerja dari rumah, wajib mengecek adanya demam – dilakukan oleh masyarakat karena mereka ingat pada kasus SARS tahun 2003.

Situasi kesehatan di Hong Kong meningkat, namun tetap genting. Disebabkan oleh adanya periode inkubasi selama 6-14 hari (nilai tengah antara 4 hingga 5 hari) untuk perkembangan gejala, dan transmisi mudah terjadi selama fase gejala, ada kekhawatiran setiap relaksasi dalam kebijakan akan menyebabkan wabah yang lebih besar.

Bila melihat secara optimis, jumlah kematian yang sangat rendah pada pasien COVID-19 saat ini mengindikasikan bahwa hanya ada beberapa ratus (150-300) infeksi Gelombang Pertama di Hong Kong. Dari kasus-kasus tersebut, anatara sepertiga hingga setengah dari mereka ditemukan lewat melacak adanya kontak dan pengetesan. CFR pada kasus-kasus di awal Maret menunjukan sekitar 3% CFR, cukup dekat dengan Korea yaitu 2%. Akan dibutuhkan beberapa minggu lagi untuk mengerti seberapa banyak infeksi dideteksi dari Gelombang Kedua.

Pembatasan perjalanan pada akhir Maret yang melarang masuknya orang-orang yang bukan penduduk dari luar negeri dan memberlakukan karantina 14 hari merefleksikan sebagian dari serangkaian keputusan yang ketat, namun dibutuhkan, yang dilakukan oleh Hong Kong. Minggu ini, larangan bepergian ditingkatkan untuk mencakup semua yang bukan penduduk yang tiba hingga pemberitahuan lebih lanjut. Grup yang lebih dari 4 orang juga dibatasi, dengan akan dikenakan denda pada mereka yang menolak untuk memisahkan diri dari grup, denda pertama diberikan pada grup yang terdiri dari 6 orang pemain catur.

Restoran dan bar juga sementara dilarang untuk menjual alkohol, sementara masih banyak lagi yang membatasi waktu operasional atau hanya menerima pesanan untuk dibawa pulang. Hal ini memberikan dampak tambahan yaitu menempatkan ratusan pengungsi Mc – pekerja dengan gaji rendah yang menginap di McDonald atau restoran 24 jam sejenis – kembali ke jalan, meningkatkan resiko pada kesehatan mental dan fisik mereka. Bukan hanya orang-orang yang miskin dan tidak punya tempat tinggal yang berada di lapisan bawah masyarakat yang terkatung-katung tanpa rencana. Pekerja Rumah Tangga dari tenaga asing juga mengalami pemecatan massal dan tidak mendapatkan paket stimulus apapun.

Tindakan-tindakan karantina pemerintah juga diperhatikan karena persyaratan yang tidak konsisten. Beberapa diijinkan untuk menjalani masak karantina di rumah, sementara yang lain diminta untuk tinggal dalam sebuah hotel, dan lainnya ada di kamp karantina. Namun laporan CNN terbaru, menunjukkan adanya daftar tunggu, mungkin hingga satu minggu, untuk mereka yang membutuhkan karantina. Begitu berada di dalam kamp, sebagian besar dilaporkan berjalan secara efisien.

Lebih lanjut, untuk mereka yang menjalani karantina di rumah atau di hotel, sebuah gelang yang dikaitkan dengan aplikasi handphone digunakan oleh otoritas publik untuk memastikan karantina berjalan. Hanya sepertiga dari 6000 gelang yang diberikan pada akhir Maret yang diaktifkan, sementara yang mengaktifkan aplikasinya mengalami masalah ganguan fungsi, sementara gelang lainnya tidak berfungsi. Berfungsi atau tidak, gelang tersebut berfungsi sebagai pengingat pada 50.000 orang yang dikarantina di rumah sejauh ini. Mereka yang tidak mematuhi karantina, beberapa ditahan, dikirimkan ke kamp karantina yang lebih ketat, dan saat ini menjalani tuntutan.

Sementara pemerintah melanjutkan merencakan metode-metode untuk mengontol wabah COVID-10, mereka juga mulai merencakan untuk memulihkan ekonomi yang tergelincir ke arah resesi. Dane Cheng, direktur eksekutif dari Badan Pariwisata Hong Kong, mengumumkan bahwa dia punya rencana untuk, sebaik-baiknya, memulihkan industri pariwisata pada bulan Juli. Pariwisata telah menurun 96.4% dari tahun sebelumnya pada Februari, sebagian dikarenakan oleh COVID-19, berkolerasi dengan turunnnya 44% penjualan retail dan 78.5% ritel barang mewah. Pembelian rumah juga jatuh ke level terendah dalam 4 tahun, dengan banyak penjual keluar dari pasar karena panik.

Untuk memulihkan ekonomi, uang tunai sebanyak 10.000 HKD telah diatur untuk setiap penduduk tetap. Bisnis retail diatur akan menerima bagian dari 5.6 milyar HKD bulan ini, dengan toko yang memiliki cabang berhak mendapatkan hingga 3 juta HKD, dan bisnis yang lebih kecil berhak menerima 80.000 HKD. Pemerintah Hong Kong juga akan membeli 500.000 tiket pesawat untuk mensubdisi industri penerbangan. Tambahan paket stimulus sebesar 137.5 juta HKD juga diumumkan minggu ini, termasuk kemanan kerja seperti 50% subsidi upah.

Macau

Dua orang turis, seorang perempuan usia 52 tahun dan laki laki usia 66 tahun, menjadi kasus pertama yang terjadi di Macau pada 22 Januari. Kasus berikutnya terjadi pada 26 Januari ketika 3 orang perempuan, tidak saling berkaitan, dari Wuhan menunjukkan gejala. Dua orang tiba melalui Jembatan Teratai, sedangkan yang ketiga tiba di Macau melalui Hong Kong, serentak menimbulkan ketakutan adanya kemungkinan transmisi lebih lanjut di Hong Kong. Universitas-universitas dan sekolah dasar langsung ditutup, sedangkan perayaaan Tahun Baru Imlek antara dibatalkan atau sangat dibatasi. Lima kasus lagi dikonfirmasi pada 4 Februari. Walaupun kasus yang dicurigai masih dikirimkan untuk dikarantina, tidak ada kasus pada bulan berikutnya, dan pada 6 Maret kesepuluh kasus sudah pulih seluruhnya. Gelombang kedua infeksi terjadi pada 15 Maret, dengan kasus tumbuh secara bertahap selama bulan berikutnya, saat ini total ada 45 kasus pada 9 April.

Macau menjadi salah satu dari sedikit daerah yang mengalami cukup sedikit pertumbuhan jumlah kasus, sehingga kasino-kasino pelan-pelan mulai dibuka kembali, industri utama di Macau, begitu juga dengan sekolah, dengan masih memberlakukan titik-titik pengecekan demam, menggunakan masker di ruang publik, dan  melakukan tindakan-tindakan sanitasi yang ketat. Kasino-kasino dibuka kembali pada 20 Februari, tapi tetap relatif kosong. Pemerintah mendapatkan kritik yang berat karena melakukan pembukaan kembali ini, saat kebanyakan taman dan ruang-ruang publik lainnya tetap ditutup.

Sekolah dan tempat-tempat olahraga juga direncanakan untuk dibuka kembali dalam waktu dekat, namun kemudian gelombang kedua muncul sehingga sekolah-sekolah ditunda hingga 19 Maret. Dikarenakan wabah global, semua yang bukan penduduk Hong Kong, Taiwan, atau China daratan, atau turis-turis yang memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini, dilarang masuk mulai 18 Maret.  

Walau kasus di Macau, dibandingkan dengan negara lain di dunia, rendah, kebijakan pemerintah tidak ditanggapi tanpa kontroversi. Penduduk memohon pada pemerintah untuk menutup perbatasan dengan China daratan pada bulan Januari, namun tidak dilakukan, tapi memilih untuk melakukan pengecekan riwayat kesehatan dan perjalanan, juga memonitor adanya demam di berbagai tempat perbatasan. Orang-orang juga melakukan pembelian masker dengan terburu-buru, sehingga menyebabkan calo dan penipuan. Hal ini kemudian menyebabkan pemerintah mengalokasikan pembelian masker dan membuka jaringan online yang memonitor lokasi dimana masker tersedia.

Dikarenakan penurunan ekonomi, muncul juga desas-desus yang merajalela tentang cuti berbayar untuk semua karyawan tetap. Pemerintah tidak hanya menyanggah rumor tersebut, tapi juga mengancam adanya tuntutan hukum pada mereka yang membuat rumor tersebut. Selama bulan Maret, penduduk yang menderita karena penurunan ekonomi menjadi semakin kritis terhadap pemerintah, menyebabkan peningkatan rumor ini. Sekitar 75% dari tenaga buruh terkait dengan industri judi dan permainan, dan dengan adanya penurunan pendapatan 80% dari tahun sebelumnya di bulan Maret, mata pencaharian mengalami kondisi yang buruk.

Setelah kritik tajam karena membuka kasino sebelum taman dan sekolah, menempatkan pendapatan di atas keamanan publik, pemerintah Macau merubah fokusnya ke bisnis-bisnis yang bukan permainan dan penduduknya. Sebuah paket stimulus diumumkan pada 9 April akan memberi setiap penduduknya tambahan 5.000 MOP berupa voucher, di atas dari 3.000 MOP sebelumnya. Sebagian dari bailout senilai 10 milyar MOP akan diberikan pada bisnis kecil dan menengah, sedangkan bagian lainnya akan diberikan untuk kesejahteraan dan pegawai-pegawai dalam bentuk 1 kali pemberian 15.000 MOP.

Angka reproduksi dara dari COVID-19 di Macau kemungkinan lebih rendah dari negara tetangganya Hong Kong r_0 .9-2.7. Walaupun demikian, jumlah kasus yang terbatas tidak berarti bahwa pembatasan-pembatasan dapat dengan mudah diangkat. Gejolak kecil namun memprihatinkan pada pertengahan Maret, menunjukkan pentingnya untuk perlahan meningkatkan tindakan-tindakan menjaga jarak sosial. Walaupun kasus baru tidak berkaitan dengan dibukanya kembali kasino-kasino,  kritik telah dibuat dengan tepat. Andai kasino-kasino lebih penuh saat dibuka kembali – hanya sepertiga dari meja yang beroperasi pada waktu itu – gelombang kedua bisa mematikan. Ada kontroversi mengenai apakah membiarkan taman-taman tetap dibuka, dengan alasan untuk menjaga mereka tetap bisa berolahraga sepertinya lebih unggul. Membuka taman-taman untuk sebuah populasi yang stagnan karena pekerjaan yang sangat dibatasi  mungkin merupakan pilihan yang bijak untuk pemerintah Macau.

Keputusan untuk menutup sekolah untuk sementawa waktu juga merupakan keputusan yang kontroversional, meskipun banyak negara di dunia yang mengikuti hal ini. Ada usulan-usulan bahwa menjaga jarak sosial melalui penutupan sekolah tidak memberikan efek apa-apa, sementara yang lain menyarankan hal yang sebaliknya. Membuka sekolah pada titik ini dalam kalender akademis mungkin tidak realistis, tapi pemerintah harus memperhatikan dengan seksama pada bagaimana mengimplementasikan rencana yang aman pada kalender akademik musim panas.

Wilayah adminsitrasi kecil khusus adalah contoh bahaya pada pembukaan kembali secara tiba tiba saat ini sebelum vaksin global ditemukan. Kondisi ekonomi yang memburuk karena terbatasnya aktivitas pariwisata mungkin berlanjut karena adanya pembatasan perjalanan dari negara-negara dengan wabah yang tidak terkontrol, dan godaan untuk membuka kembali akan kuat. Menjaga tindakan tindakan yang aman dan telah dipelajari, mudah ditarik apabila ada kejadian mendadak, akan menjadi sangat penting. Langkah-langkah kecil Macau untuk kembali ke hal normal namun baru – wajib menggunakan masker di ruang publik, membatasi ruang publik, dan memastikan orang berjarak minimal 2 meter – mereka adalah versi kecil yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia.

Saran kebijakan untuk Hong Kong dan Macau

  1. Menjaga pengetesan COVID-19 tetap tinggi untuk menjaga semuanya tetap terkontrol
  2. Menjaga pelacakan dan penelusuran kasus COVID-19, yang bisa dibilang sebagai cara  paling efektif untuk memberantas wabah tanpa vaksin
  3. Menjaga kebijakan yang ketat tentang perbatasan – walaupun ini akan memberi dampak buruk pada ekonomi negara yang berbasis pariwisata, ini akan menjadi sangat penting untuk memastikan populasi tetap sehat.
  4. Kebijakan moneter yang kreatif – meskipun paket stimulus saat ini diposisikan untuk bantuan jangka pendek – contoh membuka kembali pariwisata pada musim panas 2020, dengan pendapatan akan kembali dimulai pada musim dingin 2020 – pariwisata akan tetap belanjut sangat terbatas selama gelombang pandemik berikutnya. Menjaga ekonomi berbasis pariwiwisata pada 2020 dan 2021 akan menjadi tidak realistis. Baik Macau maupun Hong Kong harus mengevaluasi kebijakan untuk membantu menciptakan pekerjaan di luar dari sektor pariwisata.
  5. Pemerintah Macau dan Hong Kong harus menjaga dialog yang terbuka dengan warganya dengan tujuan untuk memberikan perkembangan secara berkala dan siap menjawab pertanyaan mengenai kebijakan dari para peneliti dan keprihatinan dari warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.